[Review] From Paris With Love

Life is about choose

Hidup ini penuh dengan pilihan. Well, bahkan hidup sendiri adalah pilihan. We choose to life. Film From Paris with Love menunjukkan bahwa hidup ini benar-benar tentang pilihan. Di sini James Reece (Jonathan Rhys Meyer — Oh, I love him :*) dipaksa memilih antara cinta dan dedikasinya terhadap negara.

Pilihan yang berat memang, tetapi sekali lagi. Life is about choose.

James adalah seorang asisten Duta Besar Amerika di Prancis. Sesekali ia membantu CIA sebagai mata-mata kek, apa kek. Suatu kali ia disuruh bekerja sama dengan Charlie Wax (John Travolta) untuk melakukan sebuah transaksi dengan jaringan teroris pakistan yang ada di Prancis.

Misi itu membuat waktu James bersama Caroline (Kasia Smutniak), pacar Parisnya berkurang banyak. Padahal Caroline sudah melamar James untuk menikah dengannya. Seringkali Caroline menelepon di tengah kesibukan James dan membuat Charlie kesal dan berkata, “Gadis itu akan membunuhmu.” Karena entah mengapa Caroline selalu membuat James hampir terbunuh ataupun tidak konsentrasi terhadap pekerjaannya.

Dan benar saja, ketika mereka —Charlie, James, Caroline, dan Nicole— makan bersama, Caroline menembak bahu James karena Charlie telah mengetahui identitasnya dan Nicole sebagai bagian dari jaringan teroris pakistan. Benar-benar kenyataan yang sulit dipercaya bagi James (me too). Apalagi ketika dia mengetahui bahwa cincin yang diberikan Caroline saat pertunangan mereka adalah GPS.

Suatu hari, Delegasi dari Amerika datang ke Prancis dan para teroris ingin membunuh mereka walaupun digagalkan oleh Charlie (he’s so cool). Pada akhirnya Caroline datang ke Summit dengan menggunakan jubah dengan bom bunuh diri yang sudah diikat di tubuhnya. James tahu itu, dan ia bisa merasakannya (karena cintanya pada Caroline sangat besar). Ia menemukan Caroline dan memintanya untuk menghentikan semua ini di depan semua orang yang ngeri karena James membawa pistol. Tentu saja dedikasi Caroline terhadap organisasinya susah dipatahkan. Ketika Caroline hendak memencet tombol bom, tanpa pikir panjang James melepaskan tembakan tepat di kepala Caroline.

Yah, walaupun James tidak menembak Caroline, gadis itu tetap saja akan mati bersama ratusan orang karena bom itu.

Wow, James! kamu mengambil keputusan yang sangat tepat. Love is not everything though you can’t live without it.

Awalnya aku pikir James akan meninggalkan pekerjaannya sebagai agen CIA karena ia tidak bisa menghabiskan waktunya bersama Caroline. Well, big applause for the writer. Wanita memang seringkali merusak hidup seorang pria.

So, you have to choose something that can’t ruin your life.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: