[Movie Review] Cloud Atlas

Cloud_Atlas_i-535x266

REPOST DARI KUSUKASUKA.COM

Berdasarkan novel karya David Mitchell yang berjudul sama, “Cloud Atlas” merupakan film yang jenius karena bisa menyampaikan cerita dengan baik dengan efek-efek yang keren dan tentu saja, aktor-aktor yang luar biasa! “Cloud Atlas” terbagi menjadi enam cerita dari berbagai abad. Hebatnya, para aktor di sini ambil bagian di hampir semua cerita! Dengan make up dan akting yang keren, anda mungkin tidak menyadari ‘keberadaan’ mereka!

Cloud_Atlas_35-535x356

The Pacific Journal of Adam Ewing

Setting: Lautan Pasifik Selatan tahun 1849

Bercerita mengenai Adam Ewing, seorang pengacara dari San Fransisco yang datang ke Kepulauan Chatham untuk menyelesaikan bisnis yang dilakukan pamannya, Haskell Moore dengan Pendeta Gilles Horrox. Di sana ia menyaksikan penyiksaan terhadap budak kulit hitam bernama Autua. Autua kemudian menjadi penumpang gelap di kapal Adam Ewing. Adam kemudian membantunya untuk menjadi orang merdeka dengan mmeperkerjakannya sebagai awak kapal. Sementara itu seorang dokter kapal, Dr. Henry Goose berusaha membunuh Adam…

Cloud_Atlas_01-535x355

Letters from Zedelghem

Setting: Cambridge, Inggris dan Edinburgh, Skotlandia tahun 1936

Robert Frobisher adalah seorang musisi Inggris yang mencintai sesama jenis. Saat itu ia harus meninggalkan kekasihnya, Rufus Sixsmith dan bekerja pada Vyvyan Ayrs, seorang komposer terkenal yang sudah tidak bisa bekerja lagi. Robert menciptakan sebuah masterpiece yang ia beru judul “Cloud Atlas Sextet”. Vyvyan yang mengetahui meminta Robert untuk menulis nama Vyvyan di bagian kredit lagu tersebut. Vyvyan mengancam akan membeberkan pada orang-orang tentang skandalnya…

Half-Lives: The First Luisa Rey Mistery

Setting: San Fransisco, California tahun 1973

Seorang jurnalis bernama Luisa Rey bertemu Rufus Sixsmith yang lebih tua (dari kisah sebelumnya), seorang ilmuwan nuklir. Rufus memberi petunjuk pada Luisa mengenai konspirasi yang dilakukan oleh Lloyd Hooks mengenai keselamatan rekator nuklir yang baru. Sebelum Rufus bertemu lagi dengan Luisa untuk memberikan bukti-buktinya, ia dibunuh oleh pembunuh bayaran Lloyd Hooks, Bill Smoke. Luisa kemudian menemukan surat-surat Robert Frobisher untuk Rufus Sixsmith. Ilmuwan lainnya, Isaac Sachs memberikan salinan catatan Rufus pada Luisa. Namun lagi-lagi Lloyd Hooks tidak tinggal diam…

Cloud_Atlas_02-535x355

The Ghastly Ordeal of Timothy Cavendish

Setting: Inggris, tahun 2012

Timothy Cavendish adalah seorang penerbit yang menerbitkan buku milik Dermot Hoggins, seorang penulis brutal. Ia membunuh kritikus yang mengatakan bahwa bukunya jelek dan hanya membuang-buang batang pohon (kertas) saja. Berkat pembunuhan yang ia lakukan, ia masuk penjara dan bukunya menjadi sangat laris. Timothy pun mendapat banyak keuntungan dari buku tersebut. Saat preman sewaan Dermot mendatangi Timothy untuk meminta uang bagian Dermot, Timothy pun kabur dan meminta bantuan saudaranya, Denholme. Denholme pun menyuruh Timothy untuk bersembunyi di suatu tempat bernama Aurora House…

Cloud_Atlas_03-535x355

An Orison of Sonmi~451

Setting: Neo Seoul, tahun 2144

Sonmi-451, adalah pelayan kloning sebuah restoran. Ia berada dalam posisi sulit, ia pun di-interview sebelum dieksekusi. Ia bercerita mengenai kehidupannya sebagai pelayan kloning yang dan saat ia diselamatkan oleh seorang komandan bernama Hae-Joo Chang, anggota dari kelompok pemberontak bernama Union. Bersama Hae-Joo ia mengetahui nasib sebenarnya dari seorang kloning…

Cloud_Atlas_05-535x226

Sloosha’s Crossin’ an’ Ev’rythin’ After

Setting: The Big Island, tahun 2321 (106 tahun setelah ‘kiamat’)

Zachry hidup bersama saudara perempuannya dan keponakannya di sebuah desa pedalaman bernama Valley setelah terjadi The Fall (kiamat) yang menyebabkan banyak orang mati. Kepala suku Valley menyembah Sonmi sebagai dewa mereka. Zachry adalah seseorang yang memiliki halusinasi terhadap teman bayangan bernama Olg Georgie yang selalu membujuknya untuk menjadi seorang pengecut. Penduduk Valley memiliki musuh yang kuat bernama Kona. Kona adalah suku pedalaman juga yang memakan manusia. Suatu kali desa Valley dikunjungi Meronym, seseorang dari Prescients, sebuah kelompok yang mengadaptasi teknologi dari zaman sebelum The Fall…

Cloud_Atlas_22-535x356

Review

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan karya. Itulah yang ingin disampaikan oleh film ini. Apa yang kita hasilkan tidak akan dikubur bersama kita, namun tetap disimpan hingga anak cucu kita lahir nanti. Karya kita itu nanti akan mereka gunakan dan bisa saja berpengaruh pada hidup mereka.

Di film ini diceritakan bahwa karya yang dihasilkan dari seseorang di cerita sebelumnya akan berpengaruh pada kehidupan seseorang di cerita selanjutnya. Karya-karya tersebut adalah benang merah dari setiap cerita. Karya tersebut antara lain buku yang ditulis Adam Ewing, lagu yang ditulis Robert Frobisher, naskah novel mengenai kehidupan Luisa Rey, film yang diproduksi oleh Timothy Cavendish, dan kisah kehidupan Sonmi-451.

Cloud_Atlas_08-535x355

Semua cerita diceritakan secara detail di film ini, paling tidak mereka mencantumkan kata kunci yang membuat penonton mengerti hubungan antara satu cerita dengan yang lain. Memang agak membingungkan di awal, namun ketika semua kata kunci disebutkan, semua menjadi jelas, dan cerita film ini terlihat sangat jenius. Bayangkan saja, sebuah rantai yang dimulai di abad 19 bisa mempengaruhi ujung rantai yang berada di 5 abad kemudian. Saya jadi teringat akan Steve Jobs. Karyanya pasti akan mempengaruhi kehidupan masyarakat hingga beberapa puluh bahkan ratus tahun kemudian.

Visualisasi dari novel yang jenius ini juga tidak main-main. Tidak heran, ini adalah karya besar dari Wachowski bersaudara (The Matrix) bekerja sama dengan Tom Tykwer (Perfume: The Story of a Murderer). Setiap cerita dikerjakan secara maksimal, tidak ada yang setengah-setengah, semuanya mendapatkan porsi yang sama, tidak ada yang paling menonjol. Wachowski bersaudara menyutradarai cerita Adam Ewing (1849), Sonmi-451(2144), dan Zachry(2321). Sedangkan Tom Tykwer meyutradarai cerita Robert Frobisher(1936), Luisa Rey(1973), dan Timothy Cavendish(2012).

Cloud_Atlas_33-535x355

Kekurangannya adalah jika anda tidak berkonsentrasi, anda akan kehilangan kata kunci sehingga tidak bisa menikmati film hingga akhir. Saya sempat mengalaminya di cerita “Sloosha’s Crossin’ an’ Ev’rythin’ After”. Saya kira cerita tersebut terjadi sebelum era Adam Ewing, ternyata malah terjadi setelah era Sonmi-451!

Multitasking

Ada satu tantangan lagi dari film ini selain menemukan kata kunci di setiap cerita. Temukan siapa aktor/aktris yang memerankan siapa! Saat menonton anda tidak akan benar-benar tahu Tom Hanks berperan sebagai siapa saja di film ini. Total ia berperan sebagai 6 tokoh, namun mungkin anda hanya akan menebak 1 atau 2. Begitu juga dengan Halle Berry. Anda tidak akan mengira bahwa wanita berkulit putih berambut pirang di sebuah itu adalah Halle Berry! Mungkin anda juga tidak menyangka bahwa jika Jim Sturgess memiliki mata sipit ia akan terlihat berkali lipat lebih tampan!

Cloud_Atlas_17-535x356

Membuat satu orang berperan sebagai 6 tokoh adalah ide yang jenius untuk membuktikan kemampuan akting mereka serta kekuatan make-up zaman sekarang. Saya rasa ide ini lebih baik daripada menggunakan berpuluh-puluh aktor untuk berpartisipasi di film ini sedangkan mereka hanya akan tampil semenit dari 3 jam ‘pertunjukan’.

“Cloud Atlas” merupakan sebuah terobosan baik dari segi cerita maupun penyutradaraan. Ini adalah karya yang epic!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: