Yuk, Belajar Mengatur Keuangan Pribadi!

????????

Bukan rahasia kalau aku penggemar film Confession of a Shopaholic. Film itu menyenangkan dan sebagainya, tapi hanya mengajarkan sedikit moral. Jangan berhutang. Ya, aku sudah berusaha sekuat tenaga supaya tidak berhutang karena aku tahu akibatnya sangat tidak menyenangkan.

pehn2kv1rmcrmc

Well, setelah membaca versi novelnya, aku dapat lebih banyak pelajaran mengenai keuangan. Ternyata tida sesederhana “jangan berhutang” saja. Permasalahan keuangan pribadi ternyata sangat rumit. Mulai dari penyediaan dana darurat, asuransi, asset, hingga menyiapkan dana pensiun.

Walaupun kita masih muda dan penghasilannya masih dikit, tidak ada salahnya mulai mengaturkeuangan supaya terbiasa ketika tua nanti. Khususnya nanti ketika penghasilan kita sudah tinggi, supaya kita tidak kalap menghabiskannya. Sebentar lagi tahun 2014. Yuk, kita buat resolusi untuk tahun ini supaya keuangan lebih sehat!

Yah, aku memang bukan pakar keuangan dan bahkan tidak kuliah di fakultas ekonomi. Tapi yang kuliah di fakultas ekonomi atau bekerja di bidang keuangan pun belum tentu mau belajar tentang keuangan pribadi kan? Bisa saja mereka lebih peduli pada keuangan perusahaan daripada keuangan pribadi :O

Aku di sini juga masih belajar dan masih baru menerapkan apa yang sudah aku pelajari dan aku baca. Setelah mencari-cari artikel-artikel tentang mengatur keuangan pribadi, ada beberapa poin yang harus dilakukan yang sebelumnya tidak pernah aku lakukan karena meremehkan masalah keuangan.  Pertama, daftar keperluan-keperluan atau barang-barang yang ingin dibeli pada tahun 2014. Misal:

Laptop baru                        : 5.000.000

Handphone baru              : 3.000.000

Liburan ke Bali                   : 3.000.000

Kurban kambing               : 2.000.000

Selain daftar pengeluaran, buat juga daftar pemasukan. Kira-kira berapa uang yang disisihkan per minggu/per bulannya untuk membeli barang-barang tersebut. Well, itu sih caraku untuk saat ini karena Kebutuhan tidak begitu banyak dan penghasilan juga pas-pasan. Kalau Kebutuhan dan penghasilanku lebih besar, mungkin caranya tidak akan sesimpel ini.

Nah, bagaimana kalau penghasilan kita pas-pasan dan Kebutuhan kita banyak hingga harus menyisihkan separuh penghasilan sebulan untuk bisa membeli barang-barang atau Kebutuhan di atas? Ada beberapa tips hemat yang aku ambil dari beberapa situs keuangan seperti DetikFinance dan ciputraenterpreneurship.

  • Jangan lapar mata di Supermarket. Harus terpaku pada daftar belanjaan😉
  • Bawa bekal makan siang setiap hari. Ini bisa menghemat hingga 50% lhoo! Serius. Paling tidak bawa air minum dari rumah. Kalaupun harus makan di luar, paling tidak bisa menghemat biaya minum. Bagi yang sukakopi, daripada mengeluarkan untuk beli kopi, bawa sendiri kopi dalam termos dari rumah. Hitung berapa uang yang bisa dihemat!
  • Manfaatkan diskon/kupon. Tapi jangan sampai terkecoh hal-hal seperti ini: beli 2 gratis 1. Kalau memang butuhnya satu, ya beli satu saja. Tapi kalau memang butuhnya 3, lebih baik cari toko yang memasang papan beli 2 gratis 1.
  • Beli barang bekas. Kalau sekiranya barang bekasnya masih bagus dan berfungsi, lebih baik dibeli saja. Kan sekarang banyak tuh situs-situs yang memfasilitasi kita untuk membeli barang bekas yang masih bagus. Kita juga bisa menggunakan barang bekas dari rumah kita. Misalnya memotong handuk bekas menjadi keset atau kain pel. Gunakan juga bekas kertas kalender sebagai sampul buku atau bungkus kado.
  • Kurangi berkendara, hemat bensin! Yah, sejak kantor-rumah berjarak 12 km dan harga bbm naik, pengeluaran untuk bensin sangat sangat terasa. Untuk transport saja bisa menghabiskan 15% dari total penghasilan per bulannya. Fiuh. Kalau pergi ke suatu tempat yang tidak terlalu jauh, lebih baik gunakan sepeda saja, sekalian berolahraga. Kalaupun jauh dan perginya bersama teman, gunakan satu sepeda motor untuk berdua daripada menggunakan dua sepeda motor. Begitu pula dengan mobil.
  • Hemat energy. Hemat air dan listrik. Matikan jika tidak digunakan. Atur sedemikian rupa supaya tidak banyak uang yang keluar untuk air dan listrik. Di drama Flower Boy Next Door, Park Sinhye mengajarkan kita untuk menghemat air dan listrik dengan cara: jangan gunakan heater, peluk saja botol berisi air panas dan bergulung dalam selimut tebal. Air panas yang mendingin dalam botol jangan dibuang, gunakan untuk sikat gigi dan mencuci muka. Yah, kita sebagai orang Indonesia mungkin tidak akan melakukan persis seperti itu tapi bisa kita kondisikan seperti: gunakan satu AC untuk dua ruangan. Ketika cuaca tidak begitu panas, jangan nyalakan kipas angin dan AC, gunakan saja kipas dari karton atau kipas souvenir. Untuk menghemat air, cuci baju kotor sekaligus, jangan sedikit-sedikit. Jangan buang air kotor dalam bak mandi yang akan dikuras, gunakan untuk menyiram tanaman😉
  • Menabung sebelum menggunakan uang. Menurut Jessica, kakak Rebecca Bloomwood, kita bisa menabung hingga 50% dari total penghasilan kita kalau kita benar-benar disiplin dalam berhemat. Hmmm, rasanya tidak sulit…
  • Hemat pulsa. Orang seringkali merasa mampu membeli gadget. Ya, memang. Tapi apakah mereka mampu membeli pulsa untuk paket internet tiap bulan? Belum tentu. Apalagi kalau punya 2-3 gadget + modem untuk internet di PC. Bisa-bisa 200.000 melayang hanya untuk internet saja. Nah, buat yang mau beli gadget, pikir lagi!

 

Nah, itu tadi tips mengehemat secara umum. Ada lagi nih tips cerdas dalam berbelanja!

  • Belilah barang di saat harga murah. Misalnya ketika ada sale ramadhan atau natal. Bisa juga berbelanja saat midnight sale! Seru dan murah kan?
  • Belilah barang yang awet. Lebih baik membeli barang mahal, namun berkualitas daripada membeli barang murah dan berkali-kali harus memperbaiki atau membeli yang baru. Uang yang keluar akan lebih banyak.
  • Beli barang subtitusi. Misal: belilah alat pemanggang daging daripada pergi ke restoran yakiniku untuk menikmati daging panggang. Belilah sound system + mesin karaoke daripada ke inul vista tiap minggu.
  • Beli produk Good Resell Price. Belilah produk yang harganya tetap tinggi ketika dijual lagi. Atau belilah produk “Barang Antik Masa Depan” untuk investasi. Misal, dulu aku suka koleksi barang-barang bergambar Stitch, karena barangkali 20 tahun lagi koleksiku bisa terjual mahal. Sekarang aku lebih focus mengoleksi buku (yang tidak akan kujual sampai kapan pun), tapi kalau kepepet sebenernya harganya bisa lumayan tinggi (apalagi kalau buku series). Kita juga bisa koleksi mainan dari paket Happy Meal atau paket Chaki. 20 tahun lagi barang-barang itu akan jadi barang langka dan bisa dijual dengan harga tinggi😉. Tapi jangan sampai gelap mata dan membeli semuanya walaupun sebenarnya tidak dibutuhkan.
  • Gunakan fasilitas cicilan. Ini sangat membantu sekali.

shopping

Sesudah bicara tentang cara berhemat dan cerdas berbelanja. Yuk, bicara tentang dana darurat dan tabungan.

Hampir semua orang tahu dan punya dana darurat. Aku dulu juga punya. Aku selalu punya dana darurat. Tapi apa sebenarnya ‘darurat’ itu? Apakah membeli tas ransel lucu yang stoknya tinggal satu adalah keadaan darurat? Apakah membeli blazer dan sepatu baru untuk kelas Public Relations adalah keadaan darurat? Apakah menonton film yang baru saja kamu tahu kalau rilis hari itu adalah keadaan darurat? Dulu waktu masih mahasiswa, aku menganggap itu semua keadaan darurat. Tapi karena sekarang aku sudah 21 tahun dan sudah menjadi perempuan dewasa, aku mulai meredefinisi kata ‘darurat’. Beli tas bukanlah keadaan darurat, tasku sudah banyak. Aku sudah punya tas ransel lucu, tas tangan, tas laptop, dan tas travel. Well, aku belum punya clutch, tapi rasanya untuk saat ini aku masih belum perlu. Dan ketika diperlukan, sebenarnya membeli clutch adalah hal yang ‘darurat’. Ya, itu baru darurat. Jika diperlukan.

?????????????

Akan sangat bijak jika menggunakan dana darurat untuk membeli obat, membayar dokter, membayar tagihan air yang lebih tinggi dari perkiraan, dan hal-hal lain yang memang ‘darurat’.

Nah, kalau bicara tabungan. Perlu diperjelas untuk apa kita menabung? Yahh, untuk apa nantilah yaaa, yang penting nabung. Well, kalau jawabannya seperti itu, motivasi menabung tidak akan tinggi. Coba jawaban seperti ini, “Untuk biaya pendidikan S2” atau “Untuk naik haji”. Wah, pasti semangat menabungkan keluar setiap kali gajian. Menabung separo dari penghasilan rasanya sangat mungkin. Menabung untuk haji sudah perlu dilakukan sejak kita masih muda. Kenapa? Karena sangat sulit sekali untuk bisa haji di umur muda. Kita perlu mengantre belasan tahun untuk dapat giliran. ONH? Biayanya 3 kali lipat dan kita pun masih harus menunggu hingga 4 tahun!

Haji itu perlu stamina ekstra. Kalau kita berangkat saat sudah tua, stamina kita sudah buruk dan ibadah pun tidak akan maksimal karena kecapekan. Gimana? Masih berniat menabung untuk haji ketika sudah tua? Belum lagi kalau (semoga tidak terjadi) umur kita ternyata tidak panjang. Sudah susah-susah nabung, ternyata sebelum dapat giliran, sudah dipanggil Tuhan. Sedih kan😦

Ternyata mengatur keuangan itu gampang-gampang susah yaa. Yang penting, kita sudah belajar mengatur keuangan sejak muda, jadi tidak kesusahan nanti ketika sudah tua. Ketika kita masih single saja, sudah banyak yang perlu diatur, Ketika sudah menikah nanti akan lebih banyak hal yang harus diatur. Cicilan mobil, cicilan rumah, asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, hingga dana pension. Nah, kalau tidak belajar dari sekarang, kita bisa kewalahan nantinya. Yuk, belajar mengatur keuangan pribadi😉

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: