[Movie Review] The Hunger Games: Catching Fire

966414_678479162168738_305819312_o

Demam The Hunger Games melanda dunia.

Sejak keberhasilan film pertama Hunger Games di tahun 2012, pecinta fim tidak henti-hentinya membicarakan seperti apa film The Hunger Games: Catching Fire nantinya. Well, sejak perilisannya minggu lalu, The Hunger Games: Catching Fire telah mencuri perhatian banyak orang dengan kualitasnya yang lebih baik dari yang pertama. Tidak heran, pendapatan film ini mencapai 158 juta dollar atau 1,896 trilliun rupiah (dengan kurs  1dollar = Rp 12.000).

Saat menonton film yang pertama, saya tidak mendapatkan kesan yang luar biasa dari film itu. Namun di Catching Fire, sutradara Francis Lawrence memperbaiki teknik, alur cerita, wardrobe, dan sebagainya sehingga terlihat lebih worth it untuk ditonton sebagai film yang menduduki puncak box office. Pertarungan lebih menantang, konflik lebih rumit dan menegangkan, serta ending yang dibuat menggantung sehingga penonton penasaran setengah mati dengan kelanjutannya dan tidak sabar menanti film yang ketiga.

Di film ini aku memberi perhatian khusus pada Jennifer Lawrence dengan perannya yang legendaries sebagai Katnis Everdeen. Sebagai aktris peraih piala Oscar, aktingnya memang bisa dibilang luar biasa, bahkan bisa dibilang jauh lebih baik daripada aktingnya di film Hunger Games yang pertama. Untungnya, pemain lain bisa mengimbangi acting Jennifer sehingga tidak terjadi ‘kesenjangan’.

Elizabeth Banks yang berperan sebagai Effie Trinket juga tidak luput dari perhatianku. Dia tampil lebih baik dari film pertama. Perannya di sini juga memiliki lebih banyak spot dan line. Satu lagi aktris yang menarik perhatian, Jena Malone yang berperan sebagai Johanna Mason. Johanna yang memiliki karakter sebagai perempuan yang kuat, pintar, dan berwatak keras namun ramah ini bisa diperankan dengan baik. Cerita menjadi lebih hidup dan menyenangkan berkat kehadirannya.

Sedikit kecewa karena Peeta Mellark yang diperankan oleh Josh Hutcherson digambarkan sebagai pria yang lemah, mudah cedera/terluka/tersesat, dan selalu diselamatkan oleh Katniss. Tapi kalau memang begitu dari sananya (novelnya), yah apa boleh buat (kayaknya aku harus beli novelnya). Bagaimanapun, dia masih tetap charming.

Satu hal yang bikin bangga, gaun pengantin yang dikenakan oleh Katniss adalah gaun rancangan desainer Indonesia, Tex Saverio! Gaun itu sendiri dikagumi oleh banyak orang di film itu sebagai gaun pengantin yang indah dan terbaik. Ah, bangga banget pokoknya.

jenlawdalem1

The Hunger Games: Catching Fire boleh dibilang sebagai salah satu film terbaik di tahun ini. Ceritanya mengalir dan penuh emosi. Pertandingan dibuat seseru mungkin dengan efek yang cukup baik. Teknik pengambilan gambar cukup baik  dan transisi antar-scene lebih halus dibanding film sebelumnya. Sayangnya, karena alur ceritanya mirip dengan film pertama, rasanya seperti menonton film yang sama (seperti mendengar lagu hasil plagiat dan semacamnya). Reaping, pelatihan, pertandingan, ending. Sudah begitu saja. Tapi sekali lagi, kalau mengenai cerita, rasanya sebagai penonton, kita tidak berhak mengkritik banyak karena memang itu sudah dari sananya.

Seri The Hunger Games sendiri menawarkan cerita yang menarik dan lain daripada yang lain. Mengangkat tema reality show dan mengupas apa yang ada di baliknya mungkin bisa membantu kita membuka mata mengenai apa yang ada di belakang layar televisi kita. Semua program dibuat atas kepentingan-kepentingan pihak tertentu. Siapa dia? Tentu saja sponsor. Sponsor bisa berupa tokoh politik atau partai, perusahaan, lembaga, dan sebagainya. Mereka akan mengarang cerita tentang peserta supaya orang lebih tertarik menonton dan bersimpati. Dengan begitu mereka akan mendapat banyak keuntungan. Seri ini juga menggambarkan pemerintahan yang dictator. Mungkin ini akan sedikit mengingatkan kita pada masa Orde Baru dulu. Pemerintah mengontrol media dan mencuci otak masyarakat dengan berbagai pencitraan. Siapa pun yang berani memberontak akan dibunuh, bahkan jika itu tokoh yang dikenal masyarakat seperti Katniss.

Bagi yang belum menonton, aku sarankan untuk menonton The Hunger Games: Catching Fire. Tonton dulu film yang pertama, baru pergi ke bioskop untuk menikmati film yang kedua. Tapi akan lebih baik kalau baca novelnya dulu, karena aku sendiri berencana membeli seri novelnya sebelum film yang ketiga rilis ;P

 

PS: I’m team Peeta

110297_gal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: