Bangga Menjadi Penikmat Lagu Campur Sari

Harus saya akui di awal kalau saya bukanlah penggemar berat lagu Campur Sari. Saya tidak mendengarkannya setiap hari. Saya juga tidak terlalu hafal penyanyi-penyanyi pendendang tembang Jawa ini. Namun jika ada yang memutar lagu Campur Sari di bus, di pesta, ataupun secara tidak sengaja playlist saya memutarnya, saya tidak akan menolak.

Lagu dengan lirik berbahasa Jawa bisa secara ajaib membuat saya merasa berada di tempat yang saya kenal sejak lama. Mungkin karena saat kecil, saya seringkali mendengar lagu-lagu itu di tempat saya bermain yang dekat dengan penjual kaset yang rutin memutar lagu-lagu Jawa.

Semakin dewasa, saya tidak hanya menikmati melodi lagu, namun juga liriknya. Itu juga saya terapkan saat mendengarkan lagu Campur Sari. Rupanya, meskipun melodinya terdengar ceria, namun liriknya sungguh menyedihkan. Kebanyakan lagu Campur Sari bercerita tentang perpisahan dan hilangnya rasa cinta dari salah satu pihak. #GALAU banget pokoknya.

Misalnya lagu Terminal Tirtonadi yang dibawakan oleh Didi Kempot yang liriknya:

Nalikane ing Tirtonadi

Ngenteni tekane bis wayah wengi

Ngenteni sliramu, ning kene tak tunggu, nganti sak ilingmu

(Saat di Tirtonadi

Menunggu bis malam

Menunggu dirimu, di sini kutunggu, hingga kau ingat)

Liriknya jelas menyiratkan kesedihan, namun pada saat pertama kali saya mendengar lagu itu, saya tidak merasakan kesedihan apa pun karena melodinya asyik banget buat joget. Setelah saya memahami isi lirik lagu tersebut, saya mulai merasakan kegalauan yang dialami penyanyi. Makna dari lirik tersebut sekilas tidak terlalu dalam, namun jika kita lihat dari sudut pandang suami/istri yang pernah ditinggal oleh pasangannya, tanpa kabar, menghilang begitu saja (ya, kisah seperti ini banyak terjadi di sekitar kita), lagu ini pantas mewakili perasaan mereka.

Tentu tidak semua lagu Campur Sari memiliki lirik sedih. Ada satu lagu yang ceria, namun seringkali disalah pahami oleh orang-orang sebagai lagu pemanggil setan, yaitu Lingsir Wengi.

Lingsir wengi

Sepi durung bisa nendra

Kagudho mring wewayang kang reridhu ati

Kawitane

Mung sembrono, njur kulino

Ra ngira yen bakal nuwuhke tresna

(Tengah malam

Sepi belum bisa terlelap

Tergoda bayanganmu di dalam hatiku

Awalnya

Hanya bercanda, hingga akhirnya terbiasa

Tak menyangka akan tumbuh rasa cinta)

Lagu ini cantik sekali, sayangnya banyak yang menganggap lagu ini tabu untuk dinyanyikan, takut akan mengundang kuntilanak. Padahal lagu ini dan lagu pemanggil setan itu hanya sama di lirik awalnya saja, lingsir wengi yang berarti tengah malam.

Memang sulit untuk menyukai lagu-lagu tembang Jawa. Selain karena tidak familiar di telinga kita, terkesan kuno dan ndeso, lagu-lagu itu juga sulit untuk diakses, biasanya hanya bisa kita dengarkan jika kita membeli DVD-nya. Eits, untuk yang terakhir ini ternyata sudah tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak mendengarkan lagu Campur Sari lagi lho. Dengan banyaknya fasilitas download dan streaming lagu legal, kita semakin mudah mengakses lagu-lagu Campur Sari. Kalau saya sih, biasanya streaming di aplikasi Spotify dan download lagunya di Melon Indonesia. Lagu-lagunya cukup lengkap dan harganya tidak terlalu mahal. Kini, mendengarkan lagu Campur Sari bisa dimana saja dan kapan saja.

Lalu, lagu Campur Sari apa yang paling enak didengar? Saya pribadi menyukai album Bossanova Jawa yang dinyanyikan oleh beberapa penyanyi dan lagu Sewu Kutho dari Didi Kempot. Suka atau tidaknya kita pada sebuah lagu itu relatif, namun alangkah baiknya jika kita membuka diri untuk mencoba menyukainya terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah kita akan menyukainya atau tidak. Jika sudah suka, pada akhirnya kita berpikir tidak ada banyak perbedaan antara lagu berbahasa A dengan lagu berbahasa lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: